Kamis, 22 September 2016

Ketika hati merasakan ujian kesedihan, La tahzan (jangan bersedih)

Sering kita merasakan sedih, duka dan kecewa ketika hati sedang ditimpa berbagai masalah. Beranggapan kenapa harus aku yang mendapatkan semua ini.. 

Saudaraku semua nya pasti akan merasakan itu tidak ada manusia yang tidak memiliki masalah ,mereka juga pasti pernah merasakan apa yang kamu rasakan.

“Allah tidak membebani seseorang, melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”(Qs.Al-baqarah :286)

Jangan lemah!! Tunjukan kekutan mu.. Walaupun kita lemah berpura-pura lah untuk kuat. 

Jangan sedih!! Tunjukan kemampuanmu.. Walaupun perih nya hati ini tetap lah berpura-pura karena kesedihanmu siapa yang tau..?
“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati. Padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (Qs.Ali-imraan :139)

Jika masalah dan ujian itu terus menerus menghampirimu maka renungkanlah agar perih nya ujian akan menjadi ringan tanpa beban,, ketahuilah wahai saudaraku Allah memberikan ujian kepadamu itu pertanda bahwa Allah sangat mayayangimu dan itu juga pertanda bahwa Allah sedang mengujimu, menguji kesabaran, keikhlasan bahkan menguji hatimu apakah engkau mampu bertahan dalam kelemahan,  kesedihan dan ketakutan.

Terkadang ketika cobaan datang menghampiri, masalah silih berganti, ujian bagaikan badai yang menakutkan, dan itu membutuhkan perhatian, kepedulian dari orang-orang terdekat yang kita sayangi. Namun, kata-kata dari orang terdekat pun hanya sebagai kata-kata penenang agar tak larut dalam kesedihan. Semua itu tidak mudah dengan apa yang kita rasakan.

Memang dikala kesedihan kita membutuhkan perhatian dan kepedulian dari orang-orang terdekat dan Terus merasakan agar mendapatkan kekuatan itu juga hal yang positif ketika tertimpa ombak masalah.

Ingat lah Allah memberikanmu ujian sebesar kapal tapi Allah juga yang memberikanmu sejuta kenikmatan dan semua itu sebaik-baik pilihan. 

Dengan derita yang kau rasakan justru akan membuatmu berfikir dalam kesedihan maka kau akan berdoa dengan rendah hati padaNya, dan dengan ini kau akan selalu mendekatinya.

Bukankah sebagian besar kenikmatan yang Allah berikan lalu kemudian kita melupakanNya, melupakan kenikmatan yang Allah berikan . padahal Allah lah yang maha pemberi nikmat. “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” (Qs.Ar-Rahman :13)

Maka janganlah berhenti mengingat Allah disaat ujian datang, teruslah bertahan, tetaplah berharap. Karena dengan berdoa hati akan tenang dan menjadi amal kita kelak. Ketika hatimu lelah dengan apa keadaan yang terjadi ingat lah Allah yang setia menemani. Allah selalu bersama orang yang sabar , Dia tidak pernah memberi sesuatu diluar kemampuan kita. 

Maka nikmat Allah manakah yang kita dustakan?

Intinya la tahzan innallaha ma’ana yang artinya jangan bersedih Allah bersama kita .

Jika kita ikhas, menerima cobaan, bertahan disetiap ujian, berlapang dada dan menerima semua dengan bijak, maka rasa sedih itu bagaikan angin yang berlalu.Tetaplah semangat!! Jangan sedih-sedih lagi yaa!!  yang berlalu biarlah berlalu.

Oleh : Alma Alfianita

Tidak ada komentar:

Posting Komentar